
Pada saat setelah menyelesaikan pendidikannya di SDN roni kecil ingin melanjutkan pendidikannya di SMPN yang berada di dekat rumahnya, namun orang tuanya tidak mengizinkannya, karena orang tuanya melihat pergaulan anak2 seusianya suadah tidak karuan lagi, sehingga orang tua roni kecil berkeinginan menyekolahkan anaknya di sebuah pesantren yang agak sedikit dekat dengan kota.
Padahal orang tua roni kecil terutama ibuknya tidak tega lepas/berpisah dengan roni kecil, sehingga roni kecil dititipkan oleh pamannya untuk pengurusan semuanya mulai dari pendaftaran hingga perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan oleh roni kecil saat berada di pondok pesantren.
Selama kurang lebih 2 minggu untuk menyelesaikan pendaftaran dan memenuhi persyaratan-persyaratan roni kecil tinggal bersama pamannya, yang tidak terlalu jauh dengan pesantren tersebut, dan kebetulan pamannaya pernah menjadi guru di pesantren tersebut.
Selama kurang lebih 2 minggu itulah roni kecil mulai tidak bersama orang tuanya namuh masih bersama pamannya, roni kecil merasa tidak sanggup untuk melanjutkan pendidikan di pesantren dan tidak tinggal bersama orang tuanya lagi, sehingga selama tinggal di rumah pamannya roni kecil selalu berdoa untuk tidak lulus dalam seleksi penerimaan siswa baru sehingga tidak jadi masuk pesantren dan tetap tinggal bersama orang tuanya.
Namun satu hari menjelang hari ujian seleksi masuk pesantren roni kecil merubah doanya agar bisa lulus dan melanjutkan skolah di pesantren, karena roni kecil berpikir kalaupun tidak berpisah sekarang dengan orang tua toh suatu saat tetap akan berpisah untuk selamanya, karena berpikir seperti itulah roni kecil merubah doanya agar lulus seleksi masuk pesantren dan mulai untuk belajar mandiri di peantren.
Akhirnya pada saat seleksi roni kecil diantar oleh paman dan didampingi oleh pamannya, roni kecilpun melalui ujian seleksi dengan penuh semangat dan keyakinan untuk lulus. setelah selesai semua peserta seleksi barulah hasil seleksi di umumkan dan ternyata roni kecil lulus sesuai denagan keyakinannya, saat menunggu pamannya datang roni kecil berbincang-bincang denagan bibinya di depan pesantren, tiba2 roni kecil terkejut saat melihat orang tuanya yang datang sambil menangis, akhirnya roni kecilpun berlari menghampiri orang tuanya dan langsung memeluk ibunya dengan sangat erat sambil menangis, begitupun yang dialami oleh ibunya.
Maksut kedatangan orang tua roni kecil adalah untuk mengantarkan roni kecil masuk pesantren, namun ternyata orang tua roni kecil salah informasi bahwa hari itu adalah hari seleksi masuk pesantren bukan kedatangan siswa baru untuk mulai masuk pesantren, namun tidak mengapa yang penting kerinduan roni kecil sudah hilang dengan bertemu dengan orang tuanya.
Tibalah paman roni kecil untuk menjemputnya kembali, namun karena roni kecil tidak mau pisah lagi dengan orang tuanya, akhirnya orang tuanya pun ikut bersama roni kecil untuk tinggal di rumah pamannya, roni kecilpun menghabiskan waktunya bersama orang tuanya di rumah pamannya tanpa menghiraukan pamannya lagi karena begitu merasa senangnya saat bersama orang tunaya.
Namun orang tua roni kecilpun hanya tinggal dirumah pamannya satu hari karena di ruman ada pekerjaan yang tidak bsa ditinggalkan terlalu lama, keesokan harinyapun roni kecil berpisah dengan orang tuanya sambil memeluk ibunya dengan erat karena tidak mau ditinggal pulang oleh orang tuanya, namun ibunya tidak henti-henti menasehatin roni kecil sehingga mau ditinggal pulang oleh orang tuanya.
Akhirnya pulanglah orang tua roni kecil ke rumahnya yang ada di desa nan jauh dari rumah pamannya. keesokan harinya sehari sebelum mulai masuk ke pesantren roni kecil diajak oleh bibiknya untuk berjalan-jalan sebentar ke pantai untuk menikmati indahnya pantai sambil menghilangkan kesedihan roni kecil, sekembalinya dari pantai pun roni kecil diajak ke pasar untuk membeli perlengkapan yang akan dibutuhkan oleh roni kecil di pesantren dari mulai keperluan mandi, makan, tidur dan lain-lain.
Keesokan harinya roni kecilpun diantar oleh paman dan bibiknya untuk mulai masuk pesantren, setibanya di pesantren roni kecil melihat banyak anak2 yang seusianya yang nantinya akan menjadi teman bermannya selama di pesantren, mereka diantar oleh orang tuanya masing-masing sedangkan roni kecil hanya diantar oleh paman dan bibiknya, melihat itu semua pun roni kecil meneteskan air mata kesedihannya, melihat roni kecil menangis bibiknya pun bertanya "kenapa roni nangis" roni kecil hanya menggelengkan kepalanya, sampailah roni kecil diantar oleh paman dan bibinya di depan kamar yang akan ditempatinya, setelah menamai semua barang-barangnya agar tidak tertukar sambil menata barang-barangnya paman dan bibinya pun berpamitan untuk pulang.
Sambil berpamitan roni kecil pun mencium tangan pamannya dan tangan bibinya sambil menangis, bibinya pun menasehati sambil mengusap-usap kepala roni kecil agar tidak menangis lagi. akhirnya paman dan bibi roni kecilpun pergi meninggalkan roni kecil yang baru akan memulai berlatih untuk hidup mandiri di pesantren.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar